Senin, 20 April 2009

comosio cerebri

Comusio Cerebri

a. Definisi

Comusio cerebri adalah gangguan fungsi meurologik ringan yang terjadi sesaat dengan gejala hilangnya kesadaran biasanya kurang dari 10 menit dengan atau tanpa disertai amnesia retrograde, mual, muntah, nyeri kepala, vertigo dan tanpa adanya kerusakan struktur otak

b. Etiologi

Etiologi dari comusio cerebri biasanya adalah trauma kepala akibat kecelakaan lalu lintas

c. Patofisiologi

d. Gejala

Pasien mungkin mengeluh nyeri kepala, vertigo, muntah dan pasien kelihatan pucat. Vertigo dan muntah dpat disebabkan gegar pada labirin atau terangsangnya pusat-pusat di dalam batang otak. Gejala mungkin dapat dan tanpa amnesia retrograde, yaitu hilangnya ingatan sepanjang masa yang terbatas sebelum kecelakaan. Amnesia retrograde ini dapat terjadi karena terganggunya aktivitas listrik otak akibat benturan pada kepala sehingga terhapusnya rekaman kejadian antaranya didaerah lobus temporalis

e. Diagnosis

Diagnosis dapat ditegakkan dengan anamnesis, pemeriksaan klinis umum dan neurologis, pemeriksaan memori, CT Scan kepala, dan EEG

f. Penatalaksanaan

Penatalaksanaannya berupa

§ A= airway, mempertahankan jalan napas, bersihkan jalan napas dari apa saja yang menyumbatnya

§ B= breathing, O2 dapat diberikan dengan 3 cara, yaitu dengan kanul, masker dan ET(endotracheal tube), target O2 yang diberikan > 92%

§ C= circulation, mempertahankan suplai darah ke otak tetap cukup. Tekanan darah sistolik dipertahankan lebih dari 90 mmHg, hindari pemberian cairan yang hipotonis, dapat diberikan Nacl 0,9% atau RL

§ Pantau tanda-tanda vital

§ Dirawat 2 * 24 jam

§ Mencegah peningkatan tekanan intracranial, dengan cara:

Ø Posisi kepala 30 derajat

Ø Pemberian manitol 20% sebagai pengobatan anti edem dengan larutan hipertonis, dengan dosis awal 1gr/kgbb drip cepat dalam ½-1 jam, 6 jam: 0,5 gr/kgbb drip cepat dalam ½-1 jam, 12 jam: 0,25 gr/kgbb drip cepat dalam ½-1 jam, 24 jam: 0,25 gr/kgbb drip cepat dalam ½-1 jam

Ø Dexamethason/kalmethason sebagai pengobatan anti edema serebral

Ø Analgetik

§ Atasi komplikasi, berupa kejang

§ Pemberian nutrisi dan cairan yang adekuat

§ Terapi simtomatis, berupa:

Ø Pemberian analgetika.

Ø Pemberian antiemetik

Ø Pemberian antibiotika

Ø Pemberian neuroprotektan seperti neurotam

§ Mobilisasi secepatnya setelah keluhan menghilang (belajar bergerak, seperti duduk, berdiri dan berjalan)

g. Prognosis

Cedera kepala dapat menyebabkan kematian dan dapat pula sembuh total, tergantung dari lokasi yang terkena dan seberapa berat kerusakan otak yang terjadi

Tidak ada komentar: