Senin, 20 April 2009

gonorrhea

Gonorre disebabkan oleh invasi bakteri diplokokus gram negative, Neisseria gonorrhoeae. Berbentuk seperti biji kopi labar 0,8 U dan panjang 1,6 U yang bersifat asam , tidak tahan lama diudara bebas, cepat mati dalam keadaan kering , tidak tahan pada suhu 39 c dan tidak tahan pada zat desinfectan. Bakteri melekat dan menghancurkan membrane epithel ynag melapisi selaput lender, terutama epitel yang melapisi kanalis endoservik dan uretra.infeksi ekstragenital difaring, anus, dan rectum dapat dijumpai pada kedua jenis kelamin. Untuk dapat menular, harus terjadi kontak langsung mukosa ke mukosa. resiko Penularan dari laki-laki kepada perempuan lebih tinggi daripada penularan perempuan kepada laki-laki terutama karena lebih luasanya selaput lender yang yang terpajan dan eksudat yang baerdiam lama divagiana.setelah terinokulasi, infeksi dapat menyebar ke prostat, vas deferent, vesikula seminalis , epididimis, dan testis pada laki- laki dan utetra,kelenjer skene,kelenjer bertholin, endometrium, tuba fallopi, dan rongga peritoneum yang menyebabkan PID pada perempuan.PID adalah penyebab infertile pada perempaun. Infeksi gonokokus dapat menyebar melelui darah dan dapat menimbulkan bakteremia gonokokus.

Secara marfologik gonokokus terdiri dari 4 tipe:

· Tipe 1 dan 2 ----à memiliki pili dan bersifat virulen.

Pili yang akan melekat pada mukosa epitel akan menimbulkan reaksi radang

· Tipe 2 dan 3 ---à tidak memilii pili dan non virulen

Gejala klinis;

Masa tunas gonore pada laki-laki 2-5 hari setelah terpajan sedangkan apada wanita sulit ditentukan karena disebabkan adanya perbedaan anastomi dsn fisiologi alat kelamin pria dan wannita.biasanya pada wanita gejalanya tidak kelihatan dan asimmtomatik.

Pada laki- laki:

· Rasa gatal , rasa panas dibagian distal uretra disekitar orifisium uretra externum

· Uretritis dikuti secret yang purulen dan darah

· Disurria

· Dan sering berkemih dan malaise

· Pada pemeriksaan orifesium uretra ekternum ,kemerahan, udem, ektopion.

· Bbeberapa kasus dapat terjadi pembesaran gatah bening inguinal unilateral atau bilateral

Pada perempuan

· Adanaya secret divagina

· Sevik yang terinfeksi tampak edem, deng an erosi dan secret yang mukopulen

· Kadang –kadang menimbulkan rasa nyeri pada panggul bawah

Gonorre dalam kehamilan biasanya dijumpai dalam bentuk menahun, dan 60-80% kasus adalah asimtomatik sehinnga tidak mengetahui bahwa penderita penyakit , ada kalanya terjadi peningkatan dalam kehamilan yang dapat disertai kolpitis dan vulvitis atau infeksi laten menjadi nyata. Sering pula oftalmia neonaturum menjadi petunjuk pertama bahwa penderita menderita gonorrhea.

Apabila terjadi infeksi dalam kehamilan lebih dari 4 minggu,jalannya penyakit tidak berbeda dari infeksi diluar kehamilan.dalam hal ini maupun pada penyakit menyebabkan endometritis, endosalpingitis dan pelviopertonis pascaabortus dan masa nifas.karena itu tidak jarang dijumpai kemandulan dengan satu anak pada pendrita gonorea atau bekas gonorea

Diagnosi gonorea Akut dalam kehamilan tidak sulit , bila dijumpai:

· Gejala-gejala klinik:disuria,uretritis,servitis,fluor abortus berupa nanah enceragak kekunig-kuningan atau kuning –hijau dan kadang kadang bartholinitis akut atau vulvagitis

· Pemeriksaan dengan sediaan apus getah uretra dan getah kanalis servikali yang dipulas dengan methylene blue atau menyrut gram: terdapat banyak sel nanah dan banyak dioplokokus inra-ekstraseliler. Apabila hasilnya negative dan meragukan, maka dilakukan pembiakan.

Pengobatan yang dilakukan dengan penicillin, biasanya memberikan hasil yang memuaskan, kecuali pada kasus-kasus yang resisten, yang dianjurkan adalah Procaine penisilin G dalam dosis 4,8 juta unit dan ampisilin per oral dalam dosis tunggal 3,5 g.apabila tidak tahan penisilin dapat diberikan eritromisi 4 kali sehari 0,5 gram 5-10 hari,atau suntikan kanamisin dalam dosis tunggal( 1 g kanan,1g kiri). Pilihan obat lain adalah ceftriaxone 250mg intramuskulus dosis tunggal.setip pengobtan harus diperhatikan pula adanya sifilis dan Chlamydia.

Pemeriksaan klinik dan laboratorium perlu diulang 3 hari atau lebih setelah pengobatan selesai.apabila penyakitnya kambuh, penderita harus diobati lagi dengan dosis dua kali lipat. Untuk mencegah kemungkinan konjungtivitis gonoroika neonatorum () kedua matanya harus diberi salep erytromicin dan ceftriaxone.seorang penderita gonore dapat menyusui anaknya.

Tidak ada komentar: